• Call us: 024 - 8509906 / 0857 1200 0606
  • info@stiesemarang.ac.id

Workshop : Branding STIE Semarang Dalam Memperkuat Daya Saing Perguruan Tinggi Swasta

SemarangPerguruan Tinggi  Swasta (PTS) dan perguruan tinggi negeri (PTN) terus berlomba menjaga reputasi program studi (PRODI) dan institusi.

Hal tersebut kunci utama keberhasilan pendidikan tinggi terutama dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi memadai. “Kesuksesan perguruan tinggi (PT) saat ini tidak terpatok pada kepemilikan gedungnya yang mewah. Tapi lebih juga pada pengelolaan program studi (PRODI) dan institusi secara baik dan benar memenuhih ketentuan undang-undang.” urai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang, Dr St Sunarto MS, akhir pekan lalu

Hal itu dikatakan usai pelaksanaaan lokakarya membangun reputasi kampus PTS yang andal. Forum itu menghadirkan narasumber Guru Besar Ilmu Ekonomi Unissula, Prof Dr Widodo, dengan moderator ketua Prodi S-1 Manajemen STIE Semarang, Rokhmad Budiyono SPd MM.Diakui, supaya kian dikenal dan dipercaya masyarakat, PTS harus melakukan pembenahan dan terus meningkatkan kualitas. Hal ini mencangkup aspek sumber daya manusia (SDM) dosen maupun hasil lulusannya.Widodo menambahkan pemerintah juga kian memberikan ruang sederajat antara PTN dan PTS untuk membangun reputasinya masing-masing.Dikotomi PTN dan PTS pelan tapi pasti akan hilang dengan sendirinya. Semua pihak  setuju ukuran keberhasilan pendidikan tinggi adalah tercapainya kualitas dan mutu seluruh kampus di tanah air. Hal tersebut akan bermuara pada kehadiran lulusan yang memiliki kompetensi unggul. “Tak kurang berkiprah dalam dunia pendidikan juga wajib menghormati melayani masyarakat. Sebagai pelayanan maka para dosen juga harus ikhlas, sabar dan mempersembahkanyang terbaik untuk bangsa,” kata dia.

Dia juga menyinggung kualitas perguruan tinggi yangkini semuanyasama, tak melihat PTN atau Swasta.” Namun dilihat dari reputasi program study (PRODI) yang dimilikinya. Tidak ada fakultas atau prodi yang jenuh. Tapi bagaimana prodi di perguruan tinggi itu mampu mengelolanya.”katanya.Kuncinya, Dosennya harus mulai berijazah doktor, jangan stagnan di s-2. Selebihnya prodi wajib menonjolkan produk riset dan penellitian serta tulisanilmiah dari dosen dan mahasiswanya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *